Sabtu, 27 Desember 2008

SYOK

Sebelum kita membahas All About Shock (bahasa kerennya syok), kita harus tau apaan sih yang dimaksud dengan syok?

Jawab:

  • Syok adalah, menurunnya tekanan darah sistolik <90>

  • Syok merupakan keadaan darurat yang disebabkan oleh kegagalan perfusi darah ke jaringan, sehingga mengakibatkan gangguan metabolisme sel. Note : (Dalam keadaan berat terjadi kerusakan sel yang tak dapat dipulihkan lagi (syok irreversible); oleh karena itu penting untuk mengenali keadaan yang dapat disertai syok, gejala dini dan penanggulangannya.)

  • Syok sirkulasi berarti ketidakcukupan aliran darah di seluruh tubuh sehingga jaringan tubuh mengalami kerusakan akibat terlalu sedikitnya aliran, etrurtama terlalu sedikitnya penyediaan oksigen dan zat makanan lainnya bagi sel-sel jaringan. (guyton)


Tahap-tahapan Syok

  1. Tahap non-progresif (kadang-kadang disebut juga tahap kompensasi) sehingga mekanisme kompensasi sirkulasi normal akan menyebabkan pemulihan sempurna tanpa dibantu terapi dari luar.

  2. Tahap progresif, ketika syok menjadi semakin buruk sampai timbul kematian.

  3. Tahap irreversible, ketika syok telah jauh berkembang sedemikian rupa sehingga semua bentuk terapi yang diketahui tidak mampu lagi menolong penderita, meskipun, pada saat itu, orang tersebut masih hidup.


PEMBAGIAN BERDASAR PENYEBAB:
  1. Syok hipovolemik

  2. Syok kardiogenik

  3. Syok septik

  4. Syok neurogenik


SYOK HIPOVOLEMIK

Syok akibat berkurangnya volume isi dalam sistem sirkulasi, yang mengakibatkan penurunan tekanan darah sistolik <90>

Penyebab:

  1. Diare akut dengan pengurangan cairan tubuh >20% BB

  2. Perdarahan >20% volume total darah dalam waktu singkat (keluar tubuh atau dalam tubuh)

  3. Muntah akut dengan pengurangan cairan tubuh >20 BB


SYOK KARDIOGENIK

Syok akibat berkurangnya curah jantung (cardiac output), sehingga menimbulkan gejala berkurangnya perfusi pada jaringan. Disebut juga pump failure

PENYEBAB

  1. Infark miokard akut à kerusakan otot jantung

  2. Kerusakan katup jantung: stenosis mitral, insufisiensi mitral, stenosis katup aorta, insufisiensi katup aorta

  3. Gangguan irama jantung: atrial fibrilasi, ventrikular fibrilasi, ventrikular takhikardi

  4. Gangguan sistem konduksi hantaran listrik jantung: atrioventrikular blok, sinoaurikular blok


SYOK SEPTIK

Syok oleh karena infeksi berat seluruh tubuh/sistemik (sepsis). Penurunan tekanan darah disebabkan berpindahnya volume intravaskuler (pooling) pada sistem vaskuler di abdomen (splanchnicus)

Beberapa penyebab khas dari syok septic antara lain sebagai berikut:

  1. Peritonitis yang disebabkan oleh penyebaran infeksi dari uterus dan tuba falofii, seringkali adalah akibat dari abortus instrumentalis yang dilakukan dalam kondisi yang tidak steril.

  2. Peritonitis karena rupture usus, kadang-kadang disebabkan oleh penyakit usus dan kadang-kadang oleh cedera.

  3. Infeksi generalisata karena penyebaran dari infeksi kulit biasa, seperti infeksi streptokokus atau stafilokokus.

  4. Infeksi gangrenosa generalisata yang secara spesifik disebabkan oleh basil gangrene gas, mula-mula menyebar melalui jaringan itu sendiri dan akhirnya lewat darah ke organ interna, terutama hati.

  5. Infeksi yang menyebar ke dalam darah dari ginjal atau traktus urinarius, seringkali disebabkan oleh basil koli.


SYOK NEUROGENIK

Syok oleh karena gangguan pada sistem syaraf, terutama pada pusat kardiopulmoner di medulla oblongata, misalnya karena stroke perdarahan atau iskhemik.

Penyebab syok neurogenik. Beberapa factor yang dapat menyebabkan hilangnya tonus vasomotor adalah

  1. Anestesi umum yang dalam, seringkali menekan pusat vasomotor sehingga menimbulkan kolaps vasomotor, dengan akibat syok neurogenik.

  2. Anestesi spinal, terutama bila menyeluruh keatas sepanjang medula spinalis, menghambat aliran impuls simpatis keluar dari system saraf dan menjadi penyebab yang kuat dari syok neurogenik.

  3. Kerusakan otak seringkali menyebabkan kolaps vasomotor. Banyak penderita yang mengalami gegar otak atau kontosio daerah basal otak mengalami syok neorogenik yang hebat.

SYOK ANAFILAKTIK

Anafilaksis terutama disebabkan oleh suatu reaksi antigen-antibodi yang timbul segera setelah suatu antigen, yang sangat sensitive untuk seseorang , telah masuk kedalam sirkulasi. Satu efek utamanya adalah menyebabkan basofil dalam darah dan sel mast dalam jaringan prekapilermelepaskan histamine atau bahan seperti jhistamin. Histamin selanjutnya akan menyebabkan (1) kenaikan kapasitas vascular akibat dilatasi vena, (2) dilatasi arteriol yang mengakibatkan tekanan arteri menjadi sangat menurun, dan (3) kenaikan luar biasa pada permeabilitas kapiler dengan hilangnya cairan dan protein ke dalam ruang jaringan secara cepat. Hasil akhirnya merupakan suatu penurunan yang luar biasa pada alir balik vena dan seringkali menimbulkkan syok serius sehingga pasien meninggal dalam beberapa menit.

TANDA DAN GEJALA SYOK

  1. Penurunan tekanan darah

  2. Ekstremitas dingin, kecuali pada septik

  3. Penurunan kesadaran

  4. Denyut jantung meningkat, kecuali pada kardiogenik

  5. Sesak nafas

  6. Penggantian volume (+ cairan)

  7. Oksigenasi cukup

  8. Obat inotropik (jantung), vasokonstriktor

  9. Antibiotika pada septik

  10. Diet yg cukup (tinggi kalori)


PRINSIP TERAPI

  1. Penggantian volume (+ cairan)

  2. Oksigenasi cukup

  3. Obat inotropik (jantung), vasokonstriktor

  4. Antibiotika pada septik

  5. Diet yg cukup (tinggi kalori)


Secara klinik, syok dibagi menjadi dua bagian besar yaitu

  1. Syok Hipovolemik, syok dengan volume plasma berkurang

    1. Kehilangan plasma ke luar tubuh cth; perdarahan, gastroenteritis, renal (diabetes mellitus, diabetes insipidus) kulit (luka baker, keringat berlebihan)

    2. Kehilangan cairan di dalam ruang tubuh cth; patah tulang panggul atau iga, asites, ileus obstruktif, hemotoraks, hemoperitonium

  2. Syok normovolemik

    1. Kardiogenik (koroner/non koroner)-Infark jantung, payah jantung, aritmi

    2. Obstruksi aliran darah-Emboli paru, tension pneumotoraks, tamponade jantung, aneurisma aorta dissecans, intra kardiak (miksoma ball-valve thrombus.

    3. Neurogenik-Trauma/nyeri hebat, obat-obatan, hipotensi ortostatik, lesi sumsum tulang

    4. Lain-lain-Infeksi/sepsis (syok septic), anafilaktik, kegagalan endokrin

2 komentar: